<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4260281583702122594</id><updated>2012-02-16T06:09:12.724-08:00</updated><title type='text'>PORTAL WONG SUKSES</title><subtitle type='html'>Saling Berbagi Tuk Memperbaiki Diri</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wongsukses.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4260281583702122594/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wongsukses.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>WONG SUKSES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786337708954470252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4260281583702122594.post-7916863638876914839</id><published>2008-07-31T17:04:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T17:06:47.874-07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillahirobbil 'alamin Adikku Lulus SNMPTN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fTcMa1_vsjI/SJJTWgXzcwI/AAAAAAAAAAM/rsE8bNqYs6Y/s1600-h/spmb.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fTcMa1_vsjI/SJJTWgXzcwI/AAAAAAAAAAM/rsE8bNqYs6Y/s400/spmb.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229333763442569986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ba’da shalat shubuh berjamaah di masjid Al hidayah sebelah kostku, aku pulang ke rumah kost sebentar mengambil perlengkapan seperti laptop punya tetangga dan jaket yang akan dibawa menuju suatu tempat, setelah siap langkahku langsung menapak menuju perpustakaan daerah sumsel, tanya kenapa?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari ini tanggal 1 Agustus merupakan detik-detik menegangkan bagi sebagian orang, karena pada hari ini akan diumumkan hasil SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Dan adikku Fery Gunawan adalah salah satu peserta seleksi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sengaja pagi-pagi aku berangkat ke PUSDA (perpustakaan daerah) untuk browsing internet melihat hasil pengumuman SNMPTN tersebut, walaupun PUSDA sendiri belum buka, tetapi kita bisa memanfaatkan semacam terasnya yang sudah disediakan fasilitas hotspot dan colokan listrik juga untuk kita surfing atau menjelajahi dunia maya.&lt;span id="more-105"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Software Mozilla Firefox langsung kubuka, dan kuketikkan www.google.com di address bar yang tersedia, setelah itu kumasukkan kata kunci pengumuman SNMTPN, sreet… langsung ratusan situs tampil di halaman browser. Aku langsung memilih situs yang memang situs resmi pengumuman SNMTPN yaitu www.snmptn.ac.id.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seketika halaman dari situs tersebut terbuka, dan muncul sebuah kotak yang harus kita isikan nomor ujian SNMPTN yang akan dicari, kemudian juga ada kotak verifikasi yang kita isikan sesuai kode yang ditunjukkan dalam situs tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bismillahirrohmaanirroohiim lisanku mengucap penuh harap kepada Sang Maha Agung, klik kursor mouse ku akhirnya menekan tombol submit yang ada di bawah kotak isian tadi. Dan akhirnya alhamdulillahirobbil alamin muncul sebuah tulisan yang mengatakan bahwa peserta FERY GUNAWAN lulus di Teknologi Hasil Pertanian Universitas Sriwijaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terima kasih Ya Allah…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4260281583702122594-7916863638876914839?l=wongsukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wongsukses.blogspot.com/feeds/7916863638876914839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4260281583702122594&amp;postID=7916863638876914839&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4260281583702122594/posts/default/7916863638876914839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4260281583702122594/posts/default/7916863638876914839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wongsukses.blogspot.com/2008/07/alhamdulillahirobbil-alamin-adikku.html' title='Alhamdulillahirobbil &apos;alamin Adikku Lulus SNMPTN'/><author><name>WONG SUKSES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786337708954470252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fTcMa1_vsjI/SJJTWgXzcwI/AAAAAAAAAAM/rsE8bNqYs6Y/s72-c/spmb.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4260281583702122594.post-6423936325142502164</id><published>2008-01-30T02:25:00.000-08:00</published><updated>2008-05-31T00:28:35.039-07:00</updated><title type='text'>KIAT PRAKTIS MENGELOLA WAKTU</title><content type='html'>Mengelola waktu adalah masalah klasik yang selalu dihadapi oleh siapapun yang ingin selalu lebih produktif, efektif, sekaligus lebih efisien. Sayangnya kita sering membuang waktu ketika membicarakan waktu. Waktu adalah komoditas yang abstrak. Ia akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali. Komitmen atas paradigma ini menunjukkan kualitas seseorang dalam menjalani kehidupannya. Kesuksesan tidak pernah mengabaikan dimensi waktu. Dengan kata lain waktu menjadi salah satu parameter kesuksesan atau nilai dari sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian (Al-Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda merasa sibuk sepanjang hari tetapi kemudian pulang dengan perasaan tidak mengerjakan apa-apa? Itulah sesungguhnya yang dimaksud membuang waktu di mana Anda melakukan sesuatu yang justru tidak ada atau sedikit maknanya dibanding waktu yang terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Idaratul waqt&lt;/i&gt; dikenal sebagai upaya pengelolaan waktu sedemikian rupa sehingga apa yang kita lakukan sekarang memiliki &lt;b&gt;manfaat jangka panjang&lt;/b&gt;. Sekarang merupakan investasi kita di masa depan, karena sekarang adalah bagian dari skenario kehidupan masa depan yang kita buat atau kita pilih sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyimpan Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang mendapat jatah 24 jam sehari. Namun terdapat hal menarik atas keberadaannya. Muncul dua paradigma tentang waktu. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt; yang mengatakan waktu adalah uang dan &lt;i&gt;kedua&lt;/i&gt; menyimpulkan waktu adalah kehidupan. Pilihan seseorang atas salah satu paradigma tersebut akan menunjukkan misi, visi, serta aksi seseorang dalam mengisi waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila waktu adalah uang, secara logika tidak logis, kenapa? Karena waktu berbeda dengan uang secara wujud maupun karakternya. Uang dapat ditabung, tapi waktu tidak. Uang dapat dikembangkan jumlahnya, waktu tidak (24 jam per hari). Uang dapat dicari, waktu tidak. Paradigma kedua tampaknya lebih bisa diterima akal. Karena secara wujud dan karakternya waktu dan kehidupan adalah equivalen. Bila seseorang setuju dengan paradigma kedua, ia akan terdorong untuk selalu bertanggung jawab atas setiap waktu yang dilaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi waktu, sesungguhnya manusia itu rugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih , yang saling nasihat menasehati dalam kebenaran dan saling nasihat dalam kesabaran. (QS. Al ‘Ashr: 1-3). Dalam &lt;i&gt;idaratul waqt&lt;/i&gt; kita harus mampu mensinyalir waktu yang terbuang. Ini sering disebut &lt;i&gt;faudha al waqt&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;time wasters&lt;/i&gt; (membuang-buang waktu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faudha al Waqt&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Time wasters&lt;/i&gt; adalah tindakan atas waktu tanpa menghasilkan manfaat jangka panjang. Dengan kata lain bila kita bertindak tanpa memikirkan manfaat jangka panjang maka sesungguhnya waktu kita terbuang. &lt;i&gt;The person who kills time hasn’t  learned the value of life&lt;/i&gt;” ( orang yang membuang waktu belum mempelajari nilai kehidupan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dilanda &lt;i&gt;Time Wasters&lt;/i&gt;, kita berada di dalam dua kemungkinan; &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;, waktu  kita hilang tak termanfaatkan akibat ketidaksadaran kita (atau akibat pengaruh orang lain –faktor eksternal); &lt;i&gt;kedua&lt;/i&gt;, kita membuang waktu yang tidak sepadan dengan manfaat yang dihasilkan, dalam kondisi ini kita relatif menyadari tindakan kita (faktor internal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kita akan coba mengkaji beberapa aktifitas yang sering menjebak sehingga kita terperangkap dalam sangkar faudha al waqt, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Suka Menunda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan menunda memang tidak mudah ditinggalkan. Ia bak monster pelahap waktu dalam diri sendiri. Belajar dan latihan sejak sekarang adalah solusinya. Bila tidak, kita akan selalu berada pada kondisi kritis, melakukan pekerjaan terburu-buru karena desakan waktu, kehilangan fokus dan prioritas, bahkan sangat mungkin Anda mengalami distress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran praktis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, latihlah diri Anda terbiasa melakukan pekerjaan prioritas, tapi relatif kurang menyenang. Bila selesai berilah penghargaan pada diri Anda ( misalnya istirahat, rekreasi, dan lain-lain). Setelah itu lakukan pekerjaan yang Anda sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, biasakan memiliki agenda atau &lt;i&gt;time schedule&lt;/i&gt; dan berusaha untuk komit atas rencana yang telah dibuat. Kunci untuk menetapkan prioritas dalam bekerja adalah menanyakan pada diri sendiri apa untungnya bagi saya melakukan hal ini? Apa hubungannya dengan sasaran jangka panjang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, membuat prioritas dan waktu (&lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt;). Perlu dipahami bahwa membuat prioritas berarti kita membuat tingkatan kepentingan (&lt;i&gt;grade of importance&lt;/i&gt;) dari masing-masing aktifitas yang harus dilaksanakan. Sebagian orang mengartikan prioritas sebagai memesan jumlah waktu untuk menyelesaikan tugas tertentu. Buatlah prioritas setiap harinya dan dirinci setiap jam. Lakukan yang terpenting terlebih dahulu. Jika Anda anggap semua penting, menunjukkan tidak ada yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama membagi tiga tingkatan kemaslahatan yakni: &lt;i&gt;dhururiyyat&lt;/i&gt; (sesuatu yang tidak bisa hidup kecuali dengannya), &lt;i&gt;hajjiyyat&lt;/i&gt; (kehidupan mungkin terjadi namun mengalami kesulitan), &lt;i&gt;tahsinat&lt;/i&gt; (assessories, digunakan untuk menghias dan mempercantik kehidupan) dan sering disebut dengan &lt;i&gt;kamaliyyat&lt;/i&gt; (pelengkap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menunggu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menunggu, seakan kita tidak melakukan apapun, bahkan beranggapan tidak banyak yang bisa dilakukan saat itu. Ini disebabkan beberapa keterbatasan. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, tidak terbiasa melakukan pekerjaaan yang membutuhkan konsentrasi. Jika menunggu tentunya perlu sesekali menengok atau mencari yang kita tunggu. Jika terlalu asyik dengan pekerjaan sampingan bisa-bisa tujuan utama yakni menunggu terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, fasilitas dan tempat menunggu. Artinya kita hanya mungkin melakukan kegiatan sebatas fasilitas dan tempat dimana kita berada saat menunggu. Jadi, kita perlu memastikan agar apapun yang dikerjakan tetap memungkinkan kita untuk mencapai tujuan utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala keterbatasan ini adakah yang bisa dilakukan? Jawabannya tentu ada. Paling tidak bisa berpikir, berdzikir, membaca, membuat rencana, mengembangkan ide, atau melakukan refleksi diri. Mengapa berpikir? Semua pekerjaan memerlukan pemikiran, dan semakin sering memikirkan apa yang akan dikerjakan, semakin matanglah rencana itu. Pekerjaan menganalisa, membuat rencana akan semakin mempertajam kemampuan nalar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi berpikir secara mendalam memang sesuatu yang perlu untuk dilakukan setiap saat dimana saja. Apalagi bila kita dapat menuangkan hasil pemikiran kita itu dalam format catatan, maka hal ini sudah merupakan pemanfaatan waktu yang sangat positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang berdzikir adalah kebiasaan orang-orang yang &lt;i&gt;taqarub ilallah&lt;/i&gt;. Paling tidak ada berapa manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan dzikir ini. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, semakin tenteramnya nuansa ruhiyah (&lt;i&gt;psikology air&lt;/i&gt;) sebagaimana janji Allah. &lt;i&gt;Ala bidzikrillahi tathma’inul qulub&lt;/i&gt; (sesungguhnya hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenang). &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, meningkatnya daya konsentrasi akibat terfokus pada sesuatu yakni Allah SWT. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, dampak berdzikir bukan sekedar saat dilakukan, tapi juga punya jangan panjang yang luar biasa (yakni pahala serta keridhaan-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah &lt;i&gt;mini time management&lt;/i&gt; dimana waktu-waktu singkat termanfaatkan secara optimal. Tanpa disadari Anda telah melakukan (&lt;i&gt;pooling&lt;/i&gt;) atau penggabungan beberapa kegiatan tanpa membuang waktu dan terganggunya pekerjaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rapat Tidak Efisien&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat menjadi penting karena semua kegiatan dan tugas-tugas dari berbagai kalangan dikoordinasikan untuk pencapaian paling optimal, efektif, dan efisien. Pada praktiknya justru rapat menjadi pemakan waktu yang paling lahap. Cobalah catat berapa banyak waktu Anda termakan oleh berbagai rapat dalam sebulan? Ini terjadi karena karakter orang-orang yang mengikuti rapat tersebut, kelemahan pemimpin rapat dalam mengendalikan agenda, kaburnya mekanisme rapat tersebut; dan biasanya dalam rapat selalu banyak bicara daripada aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Interuptif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni gangguan yang tak diharapkan. Hal ini seringkali menjadi penyebab tidak efisiennya dalam pengelolaan waktu, misalnya saja tamu yang datang tanpa membuat janji terlebih dahulu, telepon yang membanjiri suasana kerja kita. Bila ini terjadi berarti Anda dipengaruhi kepentingan eksternal tanpa Anda sendiri bisa menyelesaikan hal-hal penting Anda. Solusinya, latihlah diri Anda dan tingkatkanlah kemampuan mengambil keputusan Anda untuk menanggapi permintaan eksternal, tentu saja bukan berarti menampikkan kepentingan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sosialisasi Berlebihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk sosial tentu saja kita semua perlu berinteraksi dan bergaul dengan orang lain. Apalagi bagi da’i, kita dituntut untuk menyerukan risalah kebenaran ini kepada setiap manusia. Namun terkadang sosialisasi ini tak mengenal batas, hingga tanpa disadari kita kehilangan banyak waktu hanya mengobrol ngalor ngidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran praktis : Biasakan ketika Anda bersosialisai tentukan terlebih dahulu tujuan positif yang ingin dicapai dan biasakan membuat limit waktu (&lt;i&gt;Time Budgeting&lt;/i&gt;). Rasulullah SAW bersabda, “Sejelek-jelek umatku ialah yang paling banyak omongnya, bermulut besar, dan berlagak sok pintar. Dan sebaik-baik umatku ialah mereka yang baik akhlaknya.” (HR. Bukhari dalam al adab al mufrad dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Superman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut mendelagasikan pekerjaan. Bila ini dilakukan, berarti Anda bergaya manajamen kuno yang selalu ingin melakukan segala sesuatu sendirian. Sikap perfeksionis yang berlebihanlah sebagai penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan ilmu manajemen, gaya seperti ini adalah gaya manajemen pertama (&lt;i&gt;managment by doing&lt;/i&gt;). Sementara gaya manajemen generasi terakhir sekarang ini sering dikenal dengan &lt;i&gt;management by quality&lt;/i&gt; yang berciri kental berorientasi pada tim kerja (&lt;i&gt;team work&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bila Anda sulit mendelegasikan pekerjaan berarti Anda telah membuat diri Anda sendiri menjadi orang primitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran praktis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, sadarilah bahwa hal tersebut kuno, ketinggalan zaman, tidak efektif, dan malah melelahkan. Bahkan hal tersebut tidak sejalan dengan konsep Islam yakni &lt;i&gt;amal jama’i, ta’awuna’alal birri wa taqwa&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, sadarilah bila Andaa mendelegasikan pekerjaan kepada yang layak, berarti Anda telah memberdayakan (&lt;i&gt;empowerment&lt;/i&gt;) orang lain. Inilah ciri manajeman modern. Mungkin akan menyita waktu pada awalnya, tapi akan selalu lebih baik untuk jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tidak Mampu Mengatakan Tidak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menujukkan sikap ketidaktegasan Anda untuk melakukan hal-hal yang bersifat interuptif, dan tentu saja akan mengacaukan aktifitas pokok atau prioritas Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran praktis : Sadarilah bahwa Anda tidak mungkin mampu melayani semua permintaan. Buatlah keputusan untuk melakukan apa yang harus dikerjakan dan benar-benar ingin untuk dilakukan dan katakan tidak untuk yang lain dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bekerja Tanpa Agenda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat membangun rumah tanpa &lt;i&gt;blue print&lt;/i&gt;, tanpa anggaran, tanpa limit waktu, maka hasilnya cenderung amburadul. Seandainya jadi pun sulit untuk dinilai dimana letak pemborosannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran praktis : Renungilah betapa Islam telah melatih kita agar beraktifitas berdasarkan waktu-waktu yang telah ditentukan. Dalam Islam terdapat kegiatan ibadah yang telah diagendakan baik dalam sehari (sholat lima waktu), sepekan (sholat Jum’at), dalam sebulan ( puasa ayamul bidh dan tilawah Qur’an minimal satu juz), dalam setahun (puasa Ramadhan, Zakat, bahkan dalam seumur hidup (ibadah haji, jika mampu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah agenda kerja harian, mingguan, bulanan. Ingat, bila Anda gagal membuat rencana, hakikatnya Anda justru membuat rencana untuk menuai kekacauan dan kegagalan, dan bersiaplah untuk menyesal. Ibnu Atho’illah berkata, “Siapa yang awal perjalanannya berkilau, berkilau pula kesudahannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akrab dengan Penganggu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah sebuah bangunan diselesaikan bila engkau membangunnya dan orang lain menghancurkannya (sya’ir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Atho’illah berkata, ‘Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang perilakunya tak dapat membangkitkan semangat, dan tutur katanya tak dapat menunjukkan engkau ke jalan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang selalu ada saja teman yang terlalu suka bercanda tanpa memandang waktu, selalu mengajak ngobrol ngalor ngidul tanpa arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran praktis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, hindari mereka sesering mungkin karena sesungguhnya mereka tidak pernah memacu prestasi Anda, malah mematikan potensi serta waktu Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, tingkatkan kemampuan negosiasi Anda, sehingga Anda mampu mengendalikan diri sekaligus menolong mereka keluar dari habitat kumpulan orang-orang lalai. Bila perlu gunakan metode negosiasi &lt;i&gt;win-lose&lt;/i&gt; (menang-kalah) untuk cepat menghentikan pembicaraan yang tidak bermanfaat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kebiasaan Baca yang Salah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dulu gembira bila Anda mengisi &lt;i&gt;mini time&lt;/i&gt; (waktu singkat), seperti menunggu dalam perjalanan dengan kegiatan membaca, merasa telah terhindar dari &lt;i&gt;lost time&lt;/i&gt; (kehilangan waktu). Mengapa? Karena kebiasaan baca yang salah pun akan membuat Anda terjebak, sehingga tetap berada dalam sangkar &lt;i&gt;lost time&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu untuk mengurangi &lt;i&gt;lost time&lt;/i&gt; akibat kebiasaan baca yang salah ada beberapa tips sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bacalah sesuatu (majalah, koran, buku, dan lain-lain) yang Anda perlukan, dan coba tanyakan paada diri Anda apakah Anda perlu berlangganan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jadwalkan kegiatan membaca sebagai bagian dari jadwal harian Anda. Jika tidak, Anda tidak akan pernah punya waktu untuk membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membacalah pada saat-saat yang tidak terlalu baik untuk mengerjakan hal-hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tentukan apa yang akan Anda baca dan berapa lama waktu yang akan dihabiskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gunakan stabilo atau sejenisnya untuk menandai informasi penting dari bacaan tersebut. Bila Anda tidak ingin sumber bacaan itu kotor karena coretan, Anda bisa menuliskannya pada kertas lain. Dengan demikian Anda telah mendapat manfaat nyata dari bacaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kurang Kreatif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kreatifitas seseorang menunjukkan kepiawaian mengisi waktu seseorang. Bagi orang-orang kreatif tidak mengenal istilah harus berbuat apa saya ini? Atau apa yang dapat saya lakukan? Biasanya orang yang kreatif akan terhindar dari perasaan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran praktis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, berorientasilah untuk menciptakan hal-hal baru, karena kemampuan inilah yang memungkinkan untuk terjadinya perubahan dan perbaikan kualitas hidup. Perilaku kreatis merupakan fungsi dari unsur-unsur &lt;b&gt;I&lt;/b&gt;manjinasi, &lt;b&gt;D&lt;/b&gt;ata, &lt;b&gt;E&lt;/b&gt;valuasi, dan &lt;b&gt;A&lt;/b&gt;ksi (&lt;b&gt;IDEA&lt;/b&gt;). Perilaku kreatif tidak akan muncul jika salah satu untusur-unsur di atas tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, usahakan untuk tidak terpaku pada kebiasaan yang sering menghalangi untuk sampai pada pendekatan-pendekatan kreatif dan inovatif. Perlu dipahami bahwa kreatifitas tanpa diimbangi sikap disiplin, akan menjebak kita pada pembuangan waktu pula. Tanpa disiplin, manfaat dari prioritas, &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;pooling&lt;/i&gt; tidak akan pernah menjadi maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiplin berarti mematuhi prioritas dan &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt; yang telah ditetapkan. Kita menggunakan kreatifitas untuk merencanakan dan menggabungkan beberapa kegiatan agar waktu yang tersedia termanfaatkan secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berlatih. Bila Anda mampu mengelola waktu, berarti Anda telah mampu mengelola diri sendiri, bahkan Anda mampu membantu orang lain mengelola waktunya. Wallahu’alam. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber : Waqafah Tarbawiyah, Serial fikrah, dakwah dan harakah Edisi 01, Fajar Ahmad Sholeh&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4260281583702122594-6423936325142502164?l=wongsukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wongsukses.blogspot.com/feeds/6423936325142502164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4260281583702122594&amp;postID=6423936325142502164&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4260281583702122594/posts/default/6423936325142502164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4260281583702122594/posts/default/6423936325142502164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wongsukses.blogspot.com/2008/01/kiat-praktis-mengelola-waktu.html' title='KIAT PRAKTIS MENGELOLA WAKTU'/><author><name>WONG SUKSES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786337708954470252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4260281583702122594.post-3122533671279305485</id><published>2008-01-29T22:42:00.001-08:00</published><updated>2008-01-29T22:42:34.551-08:00</updated><title type='text'>TIDAK ADA JALAN YANG RATA UNTUK SUKSES</title><content type='html'>&lt;p&gt;TIDAK ADA JALAN YANG RATA UNTUK SUKSES   &lt;br /&gt;Action &amp;amp; Wisdom Motivation Training&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di pagi hari buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke puncak gunung yang terkenal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan indah layaknya berada di surga. Sesampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah menyapa pemilik rumah, pemuda mengutarakan maksudnya "Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong kek, tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ada 3 jalan menuju puncak, kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kalau saya memilih sebelah kiri?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sebelah kiri melewati banyak bebatuan." Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih, si pemuda bergegas melanjutkan perjalanannya. Beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran, si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah si kakek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kek, saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan. Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati kek?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi 3 jari tangannya menjawab, "Pilihlah sendiri, kiri, tengah atau sebelah kanan?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Jika aku memilih jalan sebelah kanan?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sebelah kanan banyak semak berduri." Setelah beristirahat sejenak, si pemuda berangkat kembali mendaki. Selang beberapa jam kemudian, dia kembali lagi ke rumah si kakek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kelelahan si pemuda berkata, "Kek, aku sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung. Jalan sebelah kanan dan kiri telah aku tempuh, rasanya aku tetap berputar-putar di tempat yang sama sehingga aku tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil yang kuinginkan, tolong kek tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar aku berhasil mendaki hingga ke puncak gunung."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si kakek serius mendengarkan keluhan si pemuda, sambil menatap tajam dia berkata tegas "Anak muda! Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah! Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri, harus kamu lewati, bahkan kadang jalan buntu pun harus kamu hadapi. Selama keinginanmu untuk mencapai puncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! Hadapi semua tantangan yang ada! Jalani langkahmu setapak demi setapak, kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu seperti yang kamu inginkan! dan nikmatilah pemandangan yang luar biasa !!! Apakah kamu mengerti?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek, sambil tersenyum gembira dia menjawab "Saya mengerti kek, saya mengerti! Terima kasih kek! Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada! Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampai mencapai puncak gunung ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan senyum puas si kakek berkata, "Anak muda, Aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu! Selamat berjuang!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak ada jalan yang rata untuk sukses!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sama seperti analogi Proses pencapaian mendaki gunung tadi. Untuk meraih sukses seperti yang kita inginkan, Tidak ada jalan rata! tidak ada jalan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan, kesulitan dan kegagalan selalu datang menghadang. Kalau mental kita lemah, takut tantangan , tidak yakin pada diri sendiri, maka apa yang kita inginkan pasti akan kandas ditengah jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, mempunyai komitmen untuk tetap berjuang, barulah kita bisa menapak di puncak kesuksesan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam sukses luar biasa!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andrie Wongso&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4260281583702122594-3122533671279305485?l=wongsukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wongsukses.blogspot.com/feeds/3122533671279305485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4260281583702122594&amp;postID=3122533671279305485&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4260281583702122594/posts/default/3122533671279305485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4260281583702122594/posts/default/3122533671279305485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wongsukses.blogspot.com/2008/01/tidak-ada-jalan-yang-rata-untuk-sukses.html' title='TIDAK ADA JALAN YANG RATA UNTUK SUKSES'/><author><name>WONG SUKSES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786337708954470252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
